Mimpi akan hanya menjadi sebuah mimpi....
Itulah nyatanya yang sering ku temui. 'Fakta' kebanyakan hanya menjadi sesuatu yang berkebalikan dengan mimpi.
Mimpi,
semua orang mempunyai mimpi yang lazim disebut dengan cita-cita (impian). Bahkan saya juga mempunyai mimpi. Tapi tak usah aku sebutkan disini. Banyak dari teman-teman saya curhat (curahan hati) kepada saya. Isinya mecem-macem. Ada yang stroberry, coklat, keju, kurma, kismis... Hehehe bercanda kok. Mereka curhat mengenai cinta, benci, mimpi, sekolah, problem, bahkan saya harus rela menjadi psikolog dadakan untuk mendengarkan curhatan mereka. Lalu siapa yang dengerin curhatanku...???? Alah....Gak penting banget sih.
Dari berbagai curhatan mereka itu, saya dapat menyimpulkan sesuatu. Hanya sebagian kecil orang yang mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan (impian mereka),karena berbagai hal. Hal-hal itu antara lain :
1. KURANGNYA USAHA
Ada salah satu teman saya. Katakanlah dia si X. Suka banget curhat kepada saya. Apalagi masalah mimpi. Bukan main-main kalo bicara masalah mimpi, nggak ada matinya. Bahkan saya hampir jenuh kalo dia lagi ngoceh masala mimpi. Tapi ada sesuatu yang membuatku nggak suka dengannya, yaitu satu hal "Ia selalu memupuk mimpi setinggi mungkin, tapi pelaksanaannya nol". Bahkan Ia cenderung melakukan sesuatu yang bertentangan dengan mimpinya itu.
Misal nih: Dia pengen banget masuk jurusan IPA. Tapi tiap hari kerjaannya cuma :
a. SMS-an. OK, kalo sms cuma sekali dua kali nggak apa-apa. Tapi sehari aja bahkan sampai 100sms lebih. Ibarat kata dimanapun, kapanpun, dalam keadaan yang bagaimanapun nggak pernah lepas dari yang namanya handphone.
b. Talking-talking, nelfon berjam-jam tiada henti. Sampai bibir jontor. nggak ada waktu untuk berbuat sesuatu yang lebih positif.
c. Tidur. Wisata ke pulau Kapuk. Membuat pulau baru. NGOROK........ terasa lebih nikmat dari pada kegiatan yang lain.
d. Nonton TV
2. MALEZ
ini nich, penyakit yang paling susah disembuhin. Segala sesuatu yang berbau dengan aktivitas yang positif yang membawa kemajuan pasti males banget dilakukan. Tenang aja. Penyakit ini juga sedang menghinggapi saya. AYOLAH.... Bangkid. Nggak ada reaksi tanpa adanya aksi. Bagaimana mungkin ada hasil jika kita sama sekali tidak melakukan apa-apa???? Mana mungkin ada duren runtuh kalo kita aja nggak ada usaha menuju kebon duren. Ngimpi kali.
3. PERNAH GAGAL
Gagal,emmm. Nggak ada orang yang nggak pernah mengalami kegagalan. Termasuk saya, yang gagal mempertahankan peringkat saya di kelas. OK, Itu hanya masa lalu. Yang kita hadapi adalah masa depan bukan MASA LALU. Ingat Itu!! Kalian tahu Thomas Alfa Edison pun mengalami kegagalan berkali-kali dalam percobaannya. Sampai akhirnya berhasil. HOYEEEE !!!!
Ada kata-kata nih, "Kegagalan adalah awal dari keberhasilan", "Kegagalan adalah pintu menuju keberhasilan", "Keberhasilan adalah anak tangga terakhir kegagalan".
SEJARAH... Kenapa kita harus mempelaari sejarah? Bukan kah SEJARAH itu masa lalu? Itu tak lain adalah agar kita tidak melakukan kesalahan di masa mendatang. Agar kita tak jatuh pada jurang yang sama. Jurang Kegagalan.
4. NGGAK MAMPU
Banyak orang punya impian,punya azzam (kehendak) yang kuat, punya aksi pula (ikhtiyar) , tapi tetap saja mimpinya hanya menjadi sebuah mimpi. Karena dia nggak mampu / nggak ada yang memfasilitasi impiannya tersebut. SD, SMP, SMA termasuk juara kelas. Namun setelah lulus SMA nggak bisa mewujudkan mimpinya sebagai seorang guru, karena keterbatasan biaya. Tapi ada juga yang beruntung memdapat beasiswa waktu masuk PT (Perguruan Tinggi.
Waktu saya amati sekarang: yang pinter nggak bisa nglanjutin sekolah karena keterbatasan biaya, yang mampu malah sekolah seenaknya saja, fasilitas terpenuhi tapi nggak ada tekat untuk maju. Percuma !!!.
Ayolah....... Bangkid. Buka Semangat Baru. Raih prestasimu. Raih mimpimu. Jangan terbebani dengan kegagalan, tapi belajarlah dari kegagalan. Semoga kita nggak termasuk orang yang merugi (yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin,dan hari esok lebih buruk dari hari ini.
Allah Subhanahu Wata'ala akan merubah nasib hamba-Nya apabila hamba-Nya mau merubah nasibnya. Masalah hasil dari usaha, Allah akan memberikan hasil sesuai dengan seberapa besar usaha yang tela kita lakukan. Ikhtiyar (Usaha) dahulu yang penting.
Jangan lupakan Do'a juga. Ini penting tau,....!!!
Ini sedikit dari saya
Kita sama-sama orang yang belajar,
Sama-sama saling mengingatkan,
semoga bermanfaat.